Asal-muasal Spa Sebagai Penyembuh Penyakit Orang Yunani

Spa, perawatan tubuh ini sekarang sudah menjadi bagian dari gaya hidup kaum urban, terutama wanita. Sebenarnya sejak kapan spa ada? Apa saja perawatan yang dilakukan orang di zaman dulu?

Spa sebenarnya merupakan kependekan dari bahasa latin salus per aquam yang berarti mengupayakan kesehatan dengan memanfaatkan air. Spa juga sebuah nama desa kecil di Belgia di mana di desa tersebut terdapat kolam air hangat yang sering digunakan tentara Romawi untuk melemaskan otot yang tegang usai berperang.

Sebelum Romawi, bangsa Yunani telah mengenal spa sejak 377 SM. Ritual mandi orang Yunani ini kini menjadi dasar prosedur perawatan spa modern. Dulunya, mereka menggunakan bathtub kecil, baskom tempat air dan perawatan kaki untuk membersihkan diri. Perawatan spa ini ditemukan di kompleks istana di Knossos, Crete dan bathtub lebih mewah ada di Akrotiri, Santorini. Orang Yunani juga percaya, kolam air hangat merupakan tempat yang sudah dibuat oleh para dewa untuk menyembuhkan penyakit.

Sementara itu, di zaman Kerajaan Romawi, berendam bersama di dalam kolam air hangat bukan hanya berfungsi untuk menjaga kesehatan. Aktivitas tersebut juga jadi ajang memperluas jaringan, dikutip stone-waters.

Sebelum pemandian air hangat ditemukan, penduduk Romawi sudah rajin mandi di tempat yang dikenal sebagai Roman Baths. Pada masa 27 SM (Sebelum Masehi) hingga 14 M (Masehi), setidaknya ditemukan 170 tempat berendam di Roma. Kebanyakan dari tempat itu berada di area umum dan digunakan oleh para tentara Romawi.

Baru mulai di 43 M, bangsa Roma mulai menggunakan tempat berendam sebagai tempat untuk beristirahat, relaksasi dan menenangkan diri, bukan hanya tempat untuk memulihkan diri setelah berperang. Pada 70 M, orang Romawi mulai membangun tempat spa di sekitar kolam air panas di Bath, Inggris dan di dekat candi untuk menghormati dewi Minerva.

Mulai tahun 300 Masehi, ada setidaknya lebih dari 900 tempat berendam di Romawi. Salah satu tempat spa tertua Romawi masih ada hingga saat ini yaitu berada di Merano, Italia.

Bagi bangsa Romawi, seperti orang-orang di zaman sekarang, aktivitas spa sudah menjadi bagian hidup sehari-hari, baik itu untuk pria dan wanita dari semua kelas sosial. Tempat berendam orang Romawi ini biasanya terdiri dari taman, perpuastakaan atau ruangan baca, restoran, bar, tempat belanja dan museum atau teater. Para penikmat spa pindah dari satu ruangan ke ruangan lain untuk relaksasi.

Spa terus berkembang hingga abad ke 17 dan 18. Spa dibangun di tempat-tempat yang memiliki gunung, menyediakan pengunjungnya pemandangan alam yang indah. Spa juga dilengkapi ahli medis untuk mengawasi dan memberikan rekomendasi bagi yang ingin menikmati spa.

Bagaimana dengan di Indonesia? Raja Airlangga sudah membangun tempat pemandian pada tahun 1009 M. Tempat pemandian yang terletak di Gunung Penanggungan, Pasuruan, Jawa Timur itu bernama Petirtaan Belahan atau lebih dikenal dengan nama Candi Belahan. Selain sebagai tempat pemandian, candi kawasan itu juga merupakan situs pertapaan Raja Kahuripan tersebut. Air yang berada di tempat pemandian ini konon berkhasiat untuk awet muda.

Pada 1872, sebuah literatur kuno juga menuliskan adanya tempat pemandian di kompleks Keraton Majapahit dan Medang. Ada Candi Tikus dan Kolam Segaranyang yang digunakan untuk membersihkan diri, jiwa dan raga.

Cukup banyak kerajaan-kerajaan di Indonesia yang memiliki tempat pemandian, setelah zaman Majapahit dan Kahuripan. Di Yogyakarta ada Taman Sari milik Sri Sultan Hamengkubuwono yang dibangun pada 1789. Sedangkan di Bali, ada Tirta Empul Tampaksiring, tempat pemandian yang ada sejak zaman Kerajaan Bedaulu atau Gianyar.